AI & Tools Digital

Cara Menggunakan NotebookLM untuk Simulasi Sidang Skripsi: Latihan Menjawab Pertanyaan Penguji

admin 09 Oktober 2026 13 menit baca 1x dilihat
“Sampul blog Phoenix Digital Warehouse tentang cara menggunakan NotebookLM untuk simulasi sidang skripsi, menampilkan laptop dengan simulasi pertanyaan penguji, buku metodologi pen
AI & Tools Digital
Ringkasan

Sidang skripsi bukan hanya tentang menguasai isi penelitian. Mahasiswa juga perlu siap menjelaskan alasan memilih topik, teori, metode, hasil penelitian, hingga keterbatasan penelitian ketika mendapatkan pertanyaan dari penguji.

Daftar Isi 33 bagian
  1. 1Mengapa Simulasi Sidang Skripsi Itu Penting?
  2. 2Apa yang Bisa Dilakukan NotebookLM untuk Persiapan Sidang?
  3. 3Sumber Apa yang Perlu Dimasukkan ke NotebookLM?
  4. 4Cara Membuat Simulasi Sidang dengan NotebookLM
  5. 5Prompt untuk Membuat Pertanyaan Penguji
  6. 6Simulasi Pertanyaan Berdasarkan Bab Skripsi
  7. 7Bab 1 — Pendahuluan
  8. 8Bab 2 — Kajian Literatur
  9. 9Bab 3 — Metode Penelitian
  10. 10Simulasi Penguji yang Lebih Kritis
  11. 11Latihan Menjawab Pertanyaan Sidang
  12. 12Cara Meminta NotebookLM Mengkritik Jawaban
  13. 13Mencari Bagian Skripsi yang Berpotensi Dipertanyakan
  14. 14Simulasi Pertanyaan tentang Research Gap dan Novelty
  15. 15Simulasi Pertanyaan tentang Metode Penelitian
  16. 16Simulasi Pertanyaan tentang Hasil dan Pembahasan
  17. 17Prompt NotebookLM untuk Simulasi Sidang
  18. 18Jangan Hanya Berlatih Pertanyaan yang Mudah
  19. 19Kesalahan yang Perlu Dihindari
  20. 20Meminta AI membuat semua jawaban
  21. 21Tidak memasukkan sumber yang relevan
  22. 22Menganggap semua pertanyaan NotebookLM akan keluar saat sidang
  23. 23Hanya berlatih pertanyaan definisi
  24. 24Tidak kembali ke sumber asli
  25. 25Workflow NotebookLM Sebelum Sidang
  26. 26FAQ NotebookLM untuk Persiapan Sidang
  27. 27Apakah NotebookLM bisa digunakan untuk latihan sidang skripsi?
  28. 28Apakah NotebookLM bisa menjadi penguji skripsi?
  29. 29Apakah NotebookLM bisa membuat pertanyaan sidang?
  30. 30Apakah NotebookLM bisa menilai jawaban saya?
  31. 31Apakah saya harus memasukkan skripsi saja?
  32. 32Apakah NotebookLM bisa menjamin saya siap menghadapi sidang?
  33. 33Dari “Takut Ditanya Apa?” Menjadi “Saya Tahu Mengapa Saya Meneliti Ini”

NotebookLM dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk melakukan simulasi sidang berdasarkan dokumen penelitian yang dimiliki. Dengan memasukkan proposal, skripsi, jurnal referensi, atau dokumen pendukung lainnya, mahasiswa dapat meminta NotebookLM membuat pertanyaan kritis, menguji konsistensi penelitian, hingga membantu mengevaluasi jawaban.

Workflow ini dapat digunakan untuk mempersiapkan sidang skripsi, seminar proposal, seminar hasil, maupun presentasi penelitian.

Namun, NotebookLM bukan pengganti dosen pembimbing atau penguji. Tujuannya adalah membantu mahasiswa berlatih menghadapi berbagai kemungkinan pertanyaan sehingga ketika masuk ruang sidang, mahasiswa tidak hanya menghafal isi skripsi, tetapi memahami alasan di balik setiap keputusan penelitian.


Daftar Isi

  1. Mengapa Simulasi Sidang Skripsi Itu Penting?
  2. Apa yang Bisa Dilakukan NotebookLM untuk Persiapan Sidang?
  3. Sumber Apa yang Perlu Dimasukkan ke NotebookLM?
  4. Cara Membuat Simulasi Sidang dengan NotebookLM
  5. Prompt untuk Membuat Pertanyaan Penguji
  6. Simulasi Pertanyaan Berdasarkan Bab Skripsi
  7. Simulasi Penguji yang Lebih Kritis
  8. Latihan Menjawab Pertanyaan Sidang
  9. Cara Meminta NotebookLM Mengkritik Jawaban
  10. Mencari Bagian Skripsi yang Berpotensi Dipertanyakan
  11. Simulasi Pertanyaan tentang Research Gap dan Novelty
  12. Simulasi Pertanyaan tentang Metode Penelitian
  13. Simulasi Pertanyaan tentang Hasil dan Pembahasan
  14. Prompt NotebookLM untuk Simulasi Sidang
  15. Kesalahan yang Perlu Dihindari
  16. Workflow NotebookLM Sebelum Sidang
  17. FAQ NotebookLM untuk Persiapan Sidang
  18. Kesimpulan


Mengapa Simulasi Sidang Skripsi Itu Penting?

Salah satu hal yang sering membuat mahasiswa gugup menjelang sidang bukan hanya karena belum membaca skripsinya.

Masalahnya adalah:

“Saya sudah membaca skripsi saya berkali-kali, tetapi kira-kira dosen akan bertanya apa?”

Pertanyaan penguji bisa datang dari berbagai arah.

Misalnya:

Mengapa Anda memilih topik ini?
Mengapa menggunakan teori tersebut?
Apa sebenarnya research gap penelitian Anda?
Apa novelty dari penelitian ini?
Mengapa menggunakan metode tersebut?
Mengapa sampelnya seperti itu?
Mengapa hasil penelitian Anda berbeda dengan penelitian sebelumnya?
Kalau hasilnya seperti ini, apa implikasinya?
Apa kelemahan penelitian Anda?
Kalau penelitian ini dilakukan kembali, apa yang akan Anda ubah?

Pertanyaan tersebut tidak selalu tertulis secara langsung di dalam skripsi.

Karena itu, membaca skripsi berulang kali belum tentu sama dengan berlatih mempertanggungjawabkan isi skripsi.

Di sinilah simulasi sidang menjadi penting.

Mahasiswa perlu berlatih berpindah dari:

“Saya tahu apa yang tertulis dalam skripsi.”

menjadi:

“Saya memahami mengapa penelitian saya ditulis seperti itu.”


Apa yang Bisa Dilakukan NotebookLM untuk Persiapan Sidang?

NotebookLM dapat digunakan sebagai ruang kerja berbasis sumber untuk membantu memahami dokumen yang dimasukkan ke dalamnya.

Dalam konteks persiapan sidang, penggunaannya dapat diarahkan untuk:

  1. memahami kembali isi penelitian;
  2. membuat pertanyaan berdasarkan skripsi;
  3. menemukan bagian penelitian yang masih lemah;
  4. mengidentifikasi klaim yang membutuhkan penjelasan;
  5. membuat pertanyaan kritis;
  6. mensimulasikan peran penguji;
  7. menguji pemahaman terhadap teori;
  8. menguji pemahaman terhadap metode;
  9. mempertanyakan hasil penelitian;
  10. melatih jawaban terhadap pertanyaan sidang.

Dengan demikian, NotebookLM tidak hanya digunakan untuk:

“Ringkas skripsi saya.”

Tetapi dapat diarahkan menjadi:

“Tantang saya berdasarkan skripsi saya.”

Perubahan cara bertanya ini penting.

Tujuannya bukan membuat AI menjawab sidang untuk mahasiswa.

Tujuannya adalah membuat mahasiswa lebih siap menjawab sendiri.


Sumber Apa yang Perlu Dimasukkan ke NotebookLM?

Sebelum melakukan simulasi, siapkan sumber yang relevan.

Misalnya:

1. Skripsi atau proposal

Ini menjadi sumber utama.

Masukkan dokumen yang berisi penelitian yang akan dipertanggungjawabkan.

2. Jurnal penelitian terdahulu

Masukkan jurnal yang digunakan untuk membangun:

  1. latar belakang;
  2. research gap;
  3. teori;
  4. hipotesis;
  5. pembahasan.

3. Dokumen teori

Jika terdapat buku atau artikel teori yang menjadi dasar penelitian, sumber tersebut dapat digunakan untuk membantu menguji pemahaman teoritis.

4. Pedoman penelitian

Jika tersedia, masukkan pedoman penulisan atau pedoman akademik yang relevan.

Tujuannya agar mahasiswa dapat memeriksa apakah struktur dan komponen penelitian sudah sesuai dengan pedoman yang digunakan.

5. Artikel utama yang menjadi dasar penelitian

Jika penelitian dikembangkan dari penelitian tertentu, artikel tersebut juga dapat dimasukkan.

Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya memahami:

“Apa yang saya lakukan?”

tetapi juga:

“Dari penelitian mana keputusan tersebut berasal?”


Cara Membuat Simulasi Sidang dengan NotebookLM

Setelah sumber dimasukkan, jangan langsung meminta:

“Buatkan pertanyaan sidang.”

Pertanyaan tersebut terlalu umum.

Mulailah dengan meminta NotebookLM memahami penelitian terlebih dahulu.

Gunakan prompt:

“Berdasarkan seluruh sumber yang tersedia, identifikasi topik penelitian, masalah penelitian, tujuan penelitian, teori yang digunakan, research gap, novelty, metode penelitian, karakteristik sampel, variabel, hasil utama, pembahasan, keterbatasan, dan implikasi penelitian. Gunakan hanya informasi yang tersedia dalam sumber.”

Tujuannya adalah membuat peta penelitian.

Setelah itu, lanjutkan dengan:

“Berdasarkan pemahaman tersebut, identifikasi bagian penelitian yang paling mungkin membutuhkan penjelasan lebih lanjut ketika dipresentasikan atau diuji.”

Sekarang NotebookLM tidak hanya membaca skripsi.

Ia mulai membantu mahasiswa melihat skripsinya dari sudut pandang orang lain.


Prompt untuk Membuat Pertanyaan Penguji

Setelah memahami isi penelitian, kita dapat meminta NotebookLM membuat pertanyaan.

Gunakan prompt:

“Bertindak sebagai penguji skripsi. Berdasarkan sumber yang tersedia, buat 20 pertanyaan yang mungkin diajukan saat sidang. Pertanyaan harus berasal dari isi penelitian dan mencakup latar belakang, research gap, teori, metode, hasil, pembahasan, keterbatasan, dan implikasi penelitian. Jangan langsung memberikan jawabannya.”

Jangan langsung membaca jawabannya.

Cobalah menjawab sendiri terlebih dahulu.

Misalnya NotebookLM memberikan pertanyaan:

Mengapa Anda memilih variabel X sebagai variabel independen?

Berhenti.

Coba jawab dengan suara keras.

Kemudian lanjutkan ke pertanyaan berikutnya.

Dengan cara ini, NotebookLM berubah menjadi partner latihan, bukan mesin pemberi jawaban.


Simulasi Pertanyaan Berdasarkan Bab Skripsi

Simulasi dapat dibuat lebih spesifik dengan membagi pertanyaan berdasarkan bagian penelitian.

Bab 1 — Pendahuluan

Pertanyaan yang dapat diberikan:

Mengapa masalah penelitian ini penting untuk diteliti?
Apa fenomena yang mendasari penelitian?
Apa masalah utama yang ingin diselesaikan?
Mengapa objek penelitian tersebut dipilih?
Apa yang membedakan penelitian ini dari penelitian sebelumnya?

Prompt:

“Buat 10 pertanyaan penguji khusus untuk Bab 1. Fokus pada fenomena, masalah penelitian, urgensi, research gap, tujuan penelitian, dan alasan pemilihan objek. Jangan berikan jawaban.”


Bab 2 — Kajian Literatur

Pertanyaan dapat diarahkan pada:

  1. teori;
  2. konsep;
  3. penelitian terdahulu;
  4. hubungan antarvariabel;
  5. hipotesis;
  6. research gap;
  7. novelty.

Prompt:

“Buat 10 pertanyaan kritis mengenai kajian literatur penelitian ini. Fokus pada alasan pemilihan teori, hubungan teori dengan variabel, penelitian terdahulu, research gap, dan dasar penyusunan hipotesis.”


Bab 3 — Metode Penelitian

Bagian ini sering membutuhkan pemahaman yang kuat.

Pertanyaan dapat berupa:

Mengapa menggunakan metode tersebut?
Mengapa memilih populasi tersebut?
Mengapa ukuran sampel seperti itu?
Mengapa menggunakan teknik sampling tersebut?
Bagaimana variabel diukur?
Mengapa instrumen tersebut digunakan?

Prompt:

“Buat 15 pertanyaan penguji yang berfokus pada metodologi penelitian. Pertanyaan harus menguji alasan pemilihan desain penelitian, populasi, sampel, teknik sampling, instrumen, pengukuran variabel, dan teknik analisis data.”


Simulasi Penguji yang Lebih Kritis

Setelah mampu menjawab pertanyaan dasar, naikkan tingkat kesulitannya.

Misalnya gunakan prompt:

“Bertindak sebagai penguji yang kritis. Jangan hanya menanyakan apa yang tertulis dalam skripsi. Identifikasi asumsi, keputusan metodologis, interpretasi hasil, dan argumentasi yang masih dapat dipertanyakan. Buat 15 pertanyaan kritis berdasarkan sumber.”

Pertanyaan yang muncul bisa lebih menantang.

Misalnya:

Jika penelitian sebelumnya menghasilkan temuan berbeda, mengapa hasil penelitian Anda justru demikian?

atau:

Apa alasan Anda menggunakan teori tersebut dibandingkan teori lain?

atau:

Apakah hasil penelitian Anda benar-benar mendukung hipotesis?

atau:

Apakah kesimpulan penelitian Anda terlalu luas dibandingkan karakteristik sampel?

Pertanyaan seperti ini dapat membantu mahasiswa berlatih mempertahankan argumentasi, bukan sekadar menghafal.


Latihan Menjawab Pertanyaan Sidang

Setelah mendapatkan pertanyaan, jangan meminta NotebookLM langsung membuat semua jawaban.

Coba gunakan metode:

Pertanyaan → Jawab sendiri → Evaluasi → Perbaiki

Misalnya:

Pertanyaan:

Mengapa Anda menggunakan teori X?

Mahasiswa menjawab:

“Saya menggunakan teori X karena teori tersebut banyak digunakan dalam penelitian sebelumnya.”

Kemudian minta NotebookLM mengevaluasi:

“Saya akan memberikan jawaban saya terhadap pertanyaan tersebut. Evaluasi apakah jawaban saya sudah menjawab pertanyaan secara langsung berdasarkan sumber yang tersedia. Identifikasi bagian yang kurang kuat dan jelaskan informasi apa yang seharusnya saya pahami lebih baik. Jangan menulis ulang jawaban saya terlebih dahulu.”

Ini lebih bermanfaat daripada meminta AI langsung membuat jawaban sempurna.

Karena tujuan latihan adalah:

melatih kemampuan berpikir dan menjelaskan, bukan menghafalkan kalimat buatan AI.


Cara Meminta NotebookLM Mengkritik Jawaban

Setelah mendapatkan evaluasi, mahasiswa dapat melanjutkan dengan:

“Apakah jawaban saya didukung oleh isi penelitian? Tunjukkan bagian sumber yang mendukung atau tidak mendukung jawaban tersebut.”

Kemudian:

“Apakah terdapat klaim dalam jawaban saya yang terlalu luas dibandingkan bukti yang tersedia?”

Dan:

“Informasi apa dalam skripsi yang harus saya pahami lebih baik agar dapat menjawab pertanyaan tersebut?”

Workflow ini menarik karena mahasiswa tidak hanya bertanya:

“Apa jawaban yang benar?”

tetapi:

“Apakah saya benar-benar memahami jawaban saya?”


Mencari Bagian Skripsi yang Berpotensi Dipertanyakan

Ini salah satu penggunaan NotebookLM yang sangat berguna.

Tidak semua bagian skripsi memiliki risiko pertanyaan yang sama.

Karena itu, gunakan prompt:

“Analisis skripsi ini dari perspektif penguji. Identifikasi bagian yang berpotensi menimbulkan pertanyaan karena terdapat keputusan penelitian, klaim, interpretasi, keterbatasan, atau argumentasi yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Kelompokkan berdasarkan Bab 1, Bab 2, Bab 3, Bab 4, dan Bab 5.”

Hasilnya dapat digunakan sebagai daftar persiapan sidang.

Misalnya:

Bab 1

  1. alasan memilih objek;
  2. urgensi masalah;
  3. research gap.

Bab 2

  1. alasan memilih teori;
  2. hubungan teori dengan variabel;
  3. novelty.

Bab 3

  1. pemilihan sampel;
  2. teknik analisis.

Bab 4

  1. hasil yang tidak sesuai hipotesis;
  2. interpretasi hasil.

Bab 5

  1. keterbatasan;
  2. implikasi;
  3. rekomendasi.

Mahasiswa kemudian dapat mempelajari bagian-bagian tersebut lebih dalam.


Simulasi Pertanyaan tentang Research Gap dan Novelty

Research gap dan novelty sering menjadi bagian penting dalam mempertanggungjawabkan penelitian.

Gunakan prompt:

“Berdasarkan sumber yang tersedia, jelaskan research gap penelitian ini dan bukti yang mendukungnya. Kemudian buat 10 pertanyaan penguji yang dapat digunakan untuk menguji apakah peneliti benar-benar memahami research gap tersebut.”

Lanjutkan:

“Buat pertanyaan yang menguji novelty penelitian ini. Jangan mengasumsikan bahwa novelty yang tertulis otomatis benar. Tunjukkan bagian sumber yang perlu diperhatikan ketika menjawab.”

Dengan pendekatan ini, mahasiswa dapat menghindari jawaban seperti:

“Novelty penelitian saya adalah menggunakan variabel X.”

tanpa mampu menjelaskan mengapa penggunaan tersebut benar-benar memberikan kontribusi.


Simulasi Pertanyaan tentang Metode Penelitian

Bagian metodologi juga perlu diuji secara mendalam.

Gunakan:

“Buat pertanyaan penguji yang dapat menguji apakah peneliti memahami alasan di balik setiap keputusan metodologis dalam penelitian ini. Fokus pada desain penelitian, populasi, sampel, teknik sampling, instrumen, pengukuran variabel, dan analisis data.”

Kemudian tambahkan:

“Untuk setiap pertanyaan, jangan berikan jawaban. Tunjukkan bagian penelitian yang menjadi dasar pertanyaan tersebut.”

Dengan begitu, mahasiswa dapat membuka kembali sumber dan mencari alasan yang tepat.


Simulasi Pertanyaan tentang Hasil dan Pembahasan

Jangan hanya berlatih menjelaskan angka.

Penguji dapat mempertanyakan makna di balik hasil tersebut.

Prompt:

“Buat 15 pertanyaan penguji berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian. Fokus pada interpretasi hasil, hasil yang mendukung atau tidak mendukung hipotesis, perbandingan dengan penelitian terdahulu, alasan kemungkinan terjadinya hasil, implikasi, dan keterbatasan interpretasi.”

Pertanyaan dapat diarahkan pada:

Mengapa hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya?
Apa makna hasil tersebut?
Apakah hasil tersebut mendukung teori?
Apa implikasi dari hasil penelitian?
Apakah hasil penelitian dapat digeneralisasi?

Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya menghafal:

“H1 diterima.”

Tetapi memahami:

“Mengapa H1 diterima dan apa artinya?”


Prompt NotebookLM untuk Simulasi Sidang

Berikut beberapa prompt yang dapat digunakan.

Prompt 1 — Membuat pertanyaan umum

“Buat 20 pertanyaan yang mungkin diajukan penguji berdasarkan seluruh isi penelitian. Jangan berikan jawaban.”

Prompt 2 — Penguji kritis

“Bertindak sebagai penguji yang kritis. Identifikasi bagian penelitian yang dapat dipertanyakan dan buat pertanyaan berdasarkan bagian tersebut.”

Prompt 3 — Fokus research gap

“Buat 10 pertanyaan untuk menguji apakah peneliti benar-benar memahami research gap penelitian ini.”

Prompt 4 — Fokus novelty

“Buat 10 pertanyaan kritis untuk menguji kontribusi dan novelty penelitian ini berdasarkan sumber yang tersedia.”

Prompt 5 — Fokus teori

“Buat 10 pertanyaan yang menguji pemahaman peneliti terhadap teori yang digunakan dan hubungan teori tersebut dengan variabel penelitian.”

Prompt 6 — Fokus metode

“Buat 15 pertanyaan mengenai alasan pemilihan metode, populasi, sampel, instrumen, pengukuran variabel, dan teknik analisis data.”

Prompt 7 — Fokus hasil

“Buat 15 pertanyaan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan. Fokus pada interpretasi hasil dan perbandingannya dengan penelitian terdahulu.”

Prompt 8 — Menemukan kelemahan

“Identifikasi bagian penelitian yang paling membutuhkan penjelasan lebih lanjut saat sidang. Jelaskan alasan setiap bagian menjadi penting.”

Prompt 9 — Mengevaluasi jawaban

“Evaluasi jawaban saya berdasarkan sumber yang tersedia. Apakah jawaban tersebut menjawab pertanyaan secara langsung dan didukung oleh penelitian?”

Prompt 10 — Simulasi lengkap

“Lakukan simulasi sidang skripsi. Ajukan satu pertanyaan pada satu waktu. Jangan berikan pertanyaan berikutnya sebelum saya menjawab. Setelah saya menjawab, evaluasi jawaban saya berdasarkan sumber dan lanjutkan dengan pertanyaan berikutnya yang tingkat kesulitannya meningkat.”

Prompt terakhir dapat digunakan untuk membuat sesi latihan yang lebih mirip percakapan sidang.


Jangan Hanya Berlatih Pertanyaan yang Mudah

Salah satu kesalahan ketika mempersiapkan sidang adalah hanya mempelajari pertanyaan yang jawabannya sudah jelas.

Padahal, bagian yang paling penting justru pertanyaan seperti:

“Mengapa?”

“Apa alasannya?”

“Apa buktinya?”

“Apa bedanya dengan penelitian sebelumnya?”

“Bagaimana jika asumsi tersebut tidak terpenuhi?”

“Mengapa menggunakan metode ini dan bukan metode lain?”

“Apa yang membuat penelitian Anda berbeda?”

Pertanyaan seperti ini memaksa mahasiswa memahami alasan di balik penelitian.

Karena itu, setelah pertanyaan dasar selesai, mintalah NotebookLM meningkatkan tingkat kesulitan.

Contohnya:

“Buat pertanyaan lanjutan yang dapat digunakan jika jawaban mahasiswa terhadap pertanyaan sebelumnya terlalu umum. Pertanyaan harus menggali alasan, bukti, dan konsekuensi dari jawaban tersebut.”


Kesalahan yang Perlu Dihindari

1. Meminta AI membuat semua jawaban

Jika semua jawaban dibuat oleh AI, mahasiswa mungkin mendapatkan jawaban yang terlihat bagus tetapi belum tentu mampu menjelaskannya sendiri.

Gunakan NotebookLM untuk berlatih, bukan untuk menghafal.


2. Tidak memasukkan sumber yang relevan

Simulasi akan lebih berguna jika pertanyaan didasarkan pada dokumen penelitian yang benar-benar akan dipertanggungjawabkan.

Semakin relevan sumber yang digunakan, semakin terarah latihan yang dilakukan.


3. Menganggap semua pertanyaan NotebookLM akan keluar saat sidang

Tidak ada jaminan pertanyaan yang dihasilkan AI akan sama dengan pertanyaan penguji.

Tujuan simulasi adalah memperluas kesiapan, bukan memprediksi pertanyaan secara pasti.


4. Hanya berlatih pertanyaan definisi

Jangan berhenti pada:

“Apa itu variabel X?”

Latih juga:

“Mengapa variabel X digunakan?”
“Mengapa variabel X relevan dengan masalah penelitian?”
“Mengapa hasil variabel X seperti itu?”


5. Tidak kembali ke sumber asli

Jika NotebookLM menunjukkan informasi penting, kembali ke sumber dan pastikan pemahamannya benar.

Hal ini penting terutama ketika membahas teori, metode, hasil penelitian, dan penelitian terdahulu.


Workflow NotebookLM Sebelum Sidang

Jika seluruh proses diringkas, workflow-nya dapat dibuat seperti ini:

Cara Menggunakan NotebookLM untuk Simulasi Sidang Skripsi: Latihan Menjawab Pertanyaan Penguji

Dengan workflow tersebut, mahasiswa tidak hanya membaca skripsinya berulang kali.

Mahasiswa mulai melakukan proses:

membaca → memahami → mempertanyakan → menjawab → mengevaluasi → memperbaiki.


FAQ NotebookLM untuk Persiapan Sidang

Apakah NotebookLM bisa digunakan untuk latihan sidang skripsi?

Bisa digunakan sebagai alat bantu latihan. Mahasiswa dapat memasukkan skripsi dan sumber pendukung, kemudian membuat pertanyaan berdasarkan dokumen tersebut.

Apakah NotebookLM bisa menjadi penguji skripsi?

NotebookLM dapat digunakan untuk mensimulasikan perspektif penguji dan menghasilkan pertanyaan berdasarkan sumber yang tersedia. Namun, pertanyaan tersebut bukan prediksi pasti mengenai pertanyaan yang akan diberikan oleh dosen penguji.

Apakah NotebookLM bisa membuat pertanyaan sidang?

Bisa. Pertanyaan dapat dibuat berdasarkan seluruh penelitian atau difokuskan pada bagian tertentu seperti teori, metode, research gap, hasil, atau pembahasan.

Apakah NotebookLM bisa menilai jawaban saya?

NotebookLM dapat digunakan untuk membantu mengevaluasi jawaban berdasarkan sumber yang tersedia. Namun, hasil evaluasi tetap perlu dipandang sebagai alat bantu latihan, bukan penilaian resmi dari dosen.

Apakah saya harus memasukkan skripsi saja?

Tidak harus. Jika relevan, sumber dapat dilengkapi dengan jurnal penelitian terdahulu, artikel utama, teori, dan dokumen pendukung lainnya.

Apakah NotebookLM bisa menjamin saya siap menghadapi sidang?

Tidak. NotebookLM dapat membantu memperluas latihan dan menemukan bagian penelitian yang perlu dipahami lebih baik, tetapi kesiapan tetap bergantung pada pemahaman mahasiswa terhadap penelitiannya.


Dari “Takut Ditanya Apa?” Menjadi “Saya Tahu Mengapa Saya Meneliti Ini”

Menjelang sidang, membaca skripsi berkali-kali memang penting.

Tetapi membaca saja tidak selalu cukup.

Seorang peneliti juga perlu mampu menjelaskan:

mengapa masalah tersebut penting,

mengapa teori tersebut digunakan,

mengapa metode tersebut dipilih,

mengapa hasil penelitian seperti itu,

dan

apa kontribusi penelitian yang dilakukan.

NotebookLM dapat membantu membuat proses latihan menjadi lebih aktif.

Bukan hanya:

“Tolong rangkum skripsi saya.”

Tetapi:

“Tanyakan kepada saya mengapa saya melakukan penelitian ini.”

Bukan hanya:

“Apa isi Bab 3?”

Tetapi:

“Tantang keputusan metodologis yang saya buat.”

Dan bukan hanya:

“Apa jawaban dari pertanyaan penguji?”

Tetapi:

“Apakah saya benar-benar memahami alasan di balik jawaban saya?”

Pada akhirnya, tujuan menggunakan NotebookLM sebelum sidang bukan untuk mencari jawaban yang paling pintar.

Tujuannya adalah membantu mahasiswa datang ke ruang sidang dengan pemahaman yang lebih baik terhadap penelitiannya sendiri.

Karena dalam sidang skripsi, yang perlu dipertanggungjawabkan bukan hanya apa yang tertulis di dalam skripsi, tetapi juga mengapa penelitian tersebut dilakukan dengan cara seperti itu.

NotebookLM dapat membantu menjadi teman latihan.

Tetapi ketika pertanyaan benar-benar datang dari penguji, penelitilah yang harus memahami dan mempertanggungjawabkan penelitiannya.

Phoenix Digital
Phoenix Digital