AI & Tools Digital

Cara Menggunakan Scite AI untuk Menemukan Bukti Penelitian yang Lebih Kuat

admin 02 November 2026 8 menit baca 1x dilihat
Sampul blog Phoenix Digital Warehouse tentang cara menggunakan Scite AI untuk menemukan bukti penelitian yang lebih kuat, menampilkan laptop dengan fitur Smart Citations, kategori
AI & Tools Digital
Ringkasan

Konteks dan isi artikel asli tetap perlu diperiksa.Cara Menggunakan Scite AIBerikut langkah sederhana untuk mulai menggunakan Scite.1.

Daftar Isi 12 bagian
  1. 1Mengapa Tidak Cukup Hanya Mengumpulkan Referensi?
  2. 2Apa Itu Scite AI?
  3. 3Mengenal Fitur Utama Scite
  4. 4Memahami Supporting, Contrasting, dan Mentioning
  5. 5Cara Menggunakan Scite AI
  6. 6Menggunakan Scite untuk Memperkuat Literature Review
  7. 7Menemukan Research Gap dari Perbedaan Hasil Penelitian
  8. 8Prompt Scite AI untuk Penelitian
  9. 9Kesalahan yang Perlu Dihindari
  10. 10Workflow Scite dalam Penulisan Artikel Ilmiah
  11. 11FAQ Scite AI untuk Peneliti
  12. 12Dari Mengumpulkan Referensi Menjadi Memahami Bukti Penelitian

Menemukan jurnal ilmiah bukan berarti semua referensi tersebut otomatis mendukung argumen penelitian kita. Ada penelitian yang menghasilkan temuan serupa, tetapi ada juga yang menunjukkan hasil berbeda.

Scite AI membantu peneliti menelusuri bagaimana sebuah artikel dikutip oleh penelitian lain melalui fitur Smart Citations. Dengan fitur ini, peneliti dapat melihat apakah suatu sitasi termasuk supporting, contrasting, atau mentioning.

Selain itu, Scite menyediakan AI Assistant untuk membantu mencari dan mengeksplorasi bukti ilmiah.

Artikel ini membahas cara menggunakan Scite AI untuk menemukan referensi, memeriksa konteks sitasi, membandingkan hasil penelitian, dan memperkuat literature review.


Daftar Isi

  1. Mengapa Tidak Cukup Hanya Mengumpulkan Referensi?
  2. Apa Itu Scite AI?
  3. Mengenal Fitur Utama Scite
  4. Memahami Supporting, Contrasting, dan Mentioning
  5. Cara Menggunakan Scite AI
  6. Menggunakan Scite untuk Memperkuat Literature Review
  7. Prompt Scite AI untuk Penelitian
  8. Kesalahan yang Perlu Dihindari
  9. Workflow Scite dalam Penulisan Artikel Ilmiah
  10. FAQ Scite AI
  11. Kesimpulan


Mengapa Tidak Cukup Hanya Mengumpulkan Referensi?

Ketika menyusun artikel ilmiah, peneliti biasanya mencari jurnal melalui Google Scholar, mengunduh artikel, lalu memasukkannya ke dalam Mendeley atau Zotero.

Namun, ada satu hal yang sering terlewatkan:

Apakah penelitian yang kita kutip benar-benar mendukung argumen yang sedang dibangun?

Misalnya, kita sedang meneliti pengaruh financial literacy terhadap investment decision. Beberapa penelitian menemukan pengaruh positif, tetapi penelitian lainnya menunjukkan hasil yang tidak signifikan.

Perbedaan tersebut penting untuk dipahami karena dapat menjadi bahan untuk:

  1. Membandingkan hasil penelitian terdahulu.
  2. Memperkuat argumentasi penelitian.
  3. Menjelaskan ketidakkonsistenan temuan.
  4. Mengidentifikasi kemungkinan research gap.

Karena itu, peneliti tidak cukup hanya mengetahui berapa banyak sebuah artikel dikutip. Kita juga perlu memahami bagaimana penelitian lain menggunakan dan menanggapi temuan tersebut.


Apa Itu Scite AI?

Scite adalah platform berbasis AI yang membantu peneliti mencari, memahami, dan mengevaluasi literatur ilmiah.

Keunggulan utamanya terletak pada fitur Smart Citations, yaitu fitur yang menunjukkan konteks bagaimana sebuah artikel dikutip oleh publikasi lain.

Berbeda dari pencarian sitasi yang hanya menampilkan jumlah kutipan, Scite membantu mengelompokkan konteks sitasi menjadi tiga kategori:

  1. Supporting.
  2. Contrasting.
  3. Mentioning.

Scite juga menyediakan Assistant untuk membantu peneliti mengeksplorasi pertanyaan dan menemukan bukti dari literatur ilmiah.

Akses melalui https://scite.ai/


Mengenal Fitur Utama Scite

Beberapa fitur Scite yang dapat dimanfaatkan dalam penelitian antara lain:

1. Smart Citations

Menampilkan konteks bagaimana sebuah artikel dikutip oleh penelitian lain, termasuk sitasi yang mendukung dan bertentangan.

2. Scite Assistant

Membantu menjawab pertanyaan penelitian dan menelusuri literatur berdasarkan pertanyaan yang diajukan pengguna.

3. Scite Search

Digunakan untuk mencari artikel ilmiah berdasarkan topik atau kata kunci.

4. Scite Reports

Menyajikan informasi mengenai bagaimana suatu artikel dikutip oleh publikasi lain.

5. Reference Check

Membantu memeriksa referensi dalam manuskrip, termasuk informasi terkait artikel yang mengalami retraction atau memiliki catatan editorial.

Ketersediaan fitur dapat bergantung pada paket akun yang digunakan.


Memahami Supporting, Contrasting, dan Mentioning

Sebelum menggunakan Scite, penting untuk memahami tiga kategori utama dalam Smart Citations.

KategoriApa Artinya?
SupportingPenelitian yang mengutip memberikan bukti atau temuan yang mendukung hasil penelitian yang dikutip.
ContrastingPenelitian yang mengutip menunjukkan hasil, interpretasi, atau bukti yang berbeda sehingga bertentangan dengan penelitian yang dikutip.
MentioningArtikel hanya menyebut penelitian tersebut sebagai referensi, tanpa menunjukkan dukungan maupun pertentangan terhadap temuannya.

Sebagai contoh, Penelitian A menemukan bahwa digital transformation berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.

Kemudian, Penelitian B menemukan hasil serupa. Sitasi tersebut dapat dikategorikan sebagai supporting.

Namun, jika Penelitian C menemukan bahwa pengaruhnya tidak signifikan, sitasi tersebut dapat dikategorikan sebagai contrasting.

Perbedaan hasil ini dapat menjadi bahan untuk mengeksplorasi lebih jauh mengapa penelitian terdahulu menghasilkan temuan yang berbeda.

Catatan: Kategori sitasi bukan penilaian otomatis terhadap benar atau salahnya suatu penelitian. Konteks dan isi artikel asli tetap perlu diperiksa.


Cara Menggunakan Scite AI

Berikut langkah sederhana untuk mulai menggunakan Scite.

1. Membuka Scite

Kunjungi https://scite.ai/ kemudian buat akun atau masuk menggunakan akun yang tersedia.

2. Masukkan topik penelitian

Tentukan topik yang ingin ditelusuri.

Contohnya:

Digital transformation and firm performance.

Gunakan kata kunci yang spesifik agar hasil pencarian lebih relevan.

3. Telusuri artikel yang ditemukan

Periksa judul, penulis, tahun publikasi, dan abstrak. Pilih artikel yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

4. Periksa Smart Citations

Buka artikel yang dipilih, kemudian perhatikan informasi sitasinya.

Lihat apakah artikel tersebut memiliki sitasi dalam kategori supporting, contrasting, atau mentioning.

5. Baca konteks sitasi

Jangan hanya melihat jumlah sitasi. Baca pernyataan yang mengutip artikel tersebut untuk memahami bagaimana penelitian lain menggunakan temuannya.

6. Verifikasi artikel asli

Buka publikasi yang relevan dan periksa bagian metode, hasil, serta pembahasannya.

Dengan demikian, informasi yang diperoleh dapat digunakan secara lebih tepat dalam argumentasi penelitian.


Menggunakan Scite untuk Memperkuat Literature Review

Salah satu manfaat Scite adalah membantu peneliti membandingkan hasil penelitian terdahulu.

Misalnya, kita sedang mengkaji hubungan antara financial literacy dan investment decision.

Dari hasil penelusuran, ditemukan beberapa kemungkinan temuan:

  1. Penelitian A menemukan pengaruh positif.
  2. Penelitian B menemukan pengaruh tidak signifikan.
  3. Penelitian C menemukan pengaruh positif pada kelompok responden tertentu.

Jangan hanya menyusun temuan tersebut sebagai daftar ringkasan.

Cobalah mengembangkan pertanyaan:

  1. Mengapa hasil penelitian tersebut berbeda?
  2. Apakah karakteristik responden memengaruhi hasil?
  3. Apakah terdapat perbedaan metode pengukuran?
  4. Apakah ada variabel lain yang menjelaskan hubungan tersebut?

Informasi dari Scite dapat membantu menemukan penelitian yang relevan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Hasilnya dapat digunakan sebagai bahan untuk membangun narasi literature review yang lebih analitis.


Menemukan Research Gap dari Perbedaan Hasil Penelitian

Perbedaan hasil penelitian dapat menjadi salah satu petunjuk awal untuk menemukan research gap.

Misalnya, beberapa penelitian menemukan pengaruh positif, sementara penelitian lainnya tidak menemukan pengaruh yang signifikan.

Peneliti dapat menelusuri lebih lanjut apakah perbedaan tersebut berkaitan dengan:

  1. Konteks dan objek penelitian.
  2. Karakteristik responden.
  3. Periode penelitian.
  4. Metode analisis.
  5. Variabel mediasi atau moderasi.

Gunakan Scite untuk mencari penelitian yang memiliki temuan berbeda, kemudian baca artikel aslinya untuk memahami alasan di balik perbedaan tersebut.

Perlu diingat, hasil yang tidak konsisten belum otomatis menjadi research gap. Peneliti tetap harus menjelaskan mengapa perbedaan tersebut penting dan bagaimana penelitian baru dapat memberikan kontribusi.


Prompt Scite AI untuk Penelitian

Berikut beberapa prompt yang dapat dicoba melalui Scite Assistant.

Prompt 1 — Mencari bukti penelitian

Find empirical studies that provide evidence about the relationship between [Variable X] and [Variable Y]. Summarize their main findings and provide references.

Prompt 2 — Mencari penelitian pendukung

Find studies that support the argument that [Research Claim]. Explain the empirical evidence and provide the original references.

Prompt 3 — Mencari penelitian yang bertentangan

Find studies reporting contrasting or inconsistent findings regarding [Research Topic]. Explain the differences.

Prompt 4 — Membandingkan hasil penelitian

Compare previous empirical studies on [Research Topic]. Identify similarities, differences, and possible explanations for inconsistent findings.

Prompt 5 — Mengeksplorasi research gap

Based on existing literature on [Research Topic], identify inconsistent findings and underexplored areas. Provide supporting studies.

Prompt 6 — Memperkuat literature review

Identify relevant studies on [Research Topic]. Organize them based on research findings, theoretical perspectives, and methodological differences.

Ganti bagian dalam tanda kurung sesuai topik penelitian. Setelah mendapatkan hasil, periksa kembali artikel asli dan pastikan setiap referensi benar-benar mendukung informasi yang digunakan.


Kesalahan yang Perlu Dihindari

1. Menganggap Supporting berarti penelitian pasti benar.

Supporting hanya menunjukkan konteks sitasi yang mendukung. Kualitas metode dan kekuatan bukti tetap perlu dievaluasi.

2. Menganggap Contrasting berarti penelitian tidak berkualitas.

Perbedaan hasil justru dapat menjadi bagian penting dari perkembangan ilmu pengetahuan.

3. Hanya mengandalkan jumlah sitasi.

Jumlah sitasi tidak otomatis menunjukkan kesesuaian sebuah artikel dengan argumen penelitian.

4. Langsung menyalin jawaban AI.

Gunakan jawaban Scite sebagai bahan eksplorasi, bukan sebagai pengganti pembacaan sumber asli.

5. Tidak memverifikasi referensi.

Periksa judul, penulis, tahun, DOI, dan isi artikel sebelum menggunakannya dalam naskah.


Workflow Scite dalam Penulisan Artikel Ilmiah

Agar lebih mudah diterapkan, penggunaan Scite dapat dilakukan melalui alur berikut:

Cara Menggunakan Scite AI untuk Menemukan Bukti Penelitian yang Lebih Kuat

Scite juga dapat dikombinasikan dengan tools lain:

  1. Google Scholar: mencari literatur ilmiah.
  2. ResearchRabbit: menelusuri keterhubungan artikel.
  3. Scite: memeriksa konteks sitasi dan bukti penelitian.
  4. NotebookLM: memahami dan menyintesis kumpulan referensi.
  5. Mendeley/Zotero: mengelola referensi.

Setiap tools memiliki fungsi berbeda dan dapat saling melengkapi dalam proses penelitian.


FAQ Scite AI untuk Peneliti

Apakah Scite AI gratis?

Scite menyediakan pilihan akses dengan ketentuan fitur yang dapat berbeda berdasarkan paket akun. Periksa situs resminya untuk informasi terbaru.

Apa perbedaan Scite dengan Google Scholar?

Google Scholar berfokus pada pencarian literatur dan informasi sitasi, sedangkan Scite memberikan informasi tambahan mengenai konteks bagaimana artikel dikutip.

Apakah Scite bisa membantu menemukan research gap?

Bisa membantu menelusuri perbedaan dan ketidakkonsistenan hasil penelitian. Namun, penentuan research gap tetap membutuhkan analisis peneliti.

Apakah Scite bisa digunakan untuk literature review?

Bisa. Scite dapat membantu menemukan bukti, membandingkan temuan, dan mengevaluasi konteks sitasi sebagai bahan penyusunan literature review.

Apakah Scite dapat menggantikan Google Scholar?

Tidak harus. Keduanya memiliki fungsi berbeda dan dapat digunakan secara bersamaan.


Dari Mengumpulkan Referensi Menjadi Memahami Bukti Penelitian

Menemukan banyak jurnal merupakan langkah awal dalam penelitian. Namun, peneliti juga perlu memahami bagaimana penelitian terdahulu saling mendukung, menghasilkan temuan berbeda, atau mengembangkan penelitian sebelumnya.

Scite AI membantu proses tersebut melalui Smart Citations, Assistant, Search, dan Reference Check.

Dengan memanfaatkan Scite, peneliti dapat bergerak lebih jauh dari sekadar mengumpulkan referensi menuju proses evaluasi dan analisis bukti ilmiah.

Pada akhirnya, kualitas literature review bukan hanya ditentukan oleh banyaknya jurnal yang dikutip, tetapi juga oleh kemampuan peneliti memahami dan menghubungkan temuan-temuan tersebut.

Scite membantu menemukan dan menelusuri bukti. Penelitilah yang membangun argumentasi ilmiahnya.

Phoenix Digital
Phoenix Digital